Minggu, 16 Januari 2011

Inilah Penyebab Kelangkaan Bahan Baku Kemarin

Selama hampir dua minggu, sejak memasuki tahun 2011, KelambuCantik[dot]Com mengalami kekosongan persediaan. Saat itu kabar yang kami terima dari pabrik mitra (tempat nebeng bikin kelambu) hanya tentang terhentinya pasokan bahan baku.

Setelah kemarin berdiskusi dengan pihak manajemen pabrik, ternyata penyebabnya ada dua faktor. Yang pertama faktor Amerika, dan yang kedua faktor China.

Untuk faktor pertama, terjadi bencana alam di daerah penghasil kapas yang cukup besar di Amerika Serikat (AS). Bencana alam ini mengakibatkan berkurangnya produk kapas -bahan baku utama produk tekstil- di pasar bahan baku internasional. Kenapa harus kapas dari AS ya, padahal kan di Indonesia juga banyak?, owner KC penasaran. Nah, ternyata -katanya- kapas dari Indonesia kurang bagus karena mudah putus jika dipintal menjadi benang melalui mesin-mesin pabrik itu.

Nah faktor kedua yang paling seru untuk dibahas, faktor China. Di pasar spot bahan baku internasional, tempat pabrik-pabrik tekstil berburu bahan bakunya, para broker merajalela dengan memanfaatkan berkurangnya komoditas kapas di pasaran. Sebagaimana hukum supply-demand nya Adam Smith, dimana ada disparitas antara penawaran dan permintaan di situ ada peluang untuk mendapatkan keuntungan ekstra. Kurang lebih seperti ini juga yang terjadi pada gonjang-ganjing harga cabai di Indonesia belakangan ini.

Menariknya, para broker tersebut memilih untuk menjual komoditas tersebut ke perusahaan-perusahaan yang bermarkas di China. Apa sebab?. Pertumbuhan ekonomi China yang cukup mencengangkan satu dekade terakhir ini adalah jawabannya. Saat ini China sudah menjadi negara industri terbesar di dunia. China menyerap bahan mentah dari seluruh dunia dalam jumlah yang sangat besar untuk mendukung industrinya yang juga sangat besar. Prinsip broker itu sederhana, semakin besar kuantitas yang dijual maka semakin besar keuntungan yang diperoleh. Akhirnya China lah pemenang dari 'perburuan' yang diikuti oleh 'partisipan' dari seluruh dunia itu.

Yang juga sangat fantastis, produk jadi dari China yang membanjiri pasar-pasar di hampir seluruh dunia bisa dibanderol dengan harga yang sangat murah. Untuk produk kelambu, industri kelambu Blawe (Kediri) sudah menjadi korban (lihat: Kelambu Blawe Kediri Tergusur Produk Cina). Owner KC juga sebetulnya sempat terpikir untuk mengimpor kelambu dari China ketika dapat penawaran dengan harga FOB 1 US$/unit kelambu, tapi apa jadinya industri kelambu dalam negeri kalau semua wirausahawan Indonesia mengimpor kelambu dari China?.

Baru sekitar tiga minggu lalu owner KC membaca Statistik Perdagangan 2010 yang dirilis Kementerian Perdagangan RI. Data statistik tersebut jelas berbicara bahwa Indonesia mayoritas mengekspor bahan mentah ke China dalam jumlah yang sangat dominan ketimbang komoditas lain, dan impor produk jadi dari China juga mendominasi nilai impor Indonesia.

Jika dihubungkan fakta-fakta di atas dengan terhentinya pasokan bahan baku untuk industri kelambu dalam negeri kemarin, maka sangat boleh jadi China akan segera menggeser posisi AS sebagai penjajah ekonomi Indonesia. Untuk mengantisipasi hal ini, maka langkah yang bisa diambil oleh wirausahawan Indonesia adalah tetap menjadikan industri-industri dalam negeri sebagai nadi kegatan usahanya.

Alhamdulillah, KC sudah bertekad untuk terus mempromosikan kelambu dalam negeri. [^_^]

0 komentar:

Poskan Komentar